Sabtu, 22 November 2014

Puisiku

Indahnya Negeriku
(Fariha)


Ku lahir dinegeri ini
Negeri yang indah, terawat dan sejahtera
Alam-alam yang tak pernah pudar
Budaya yang masih dilestarikan

Damainya negeriku
Berdemokrasi dengan akal sehat
Tak pernah memakan uang rakyat
Sehingga banyak masyarakat yang berkecukupan

Namun, semua hanyalah angan belaka
Negeri ku sudah tercemar dengan air keruh
Akal, pikiran hanya ilusi sesaat
Sepenggal sejarah tak merubah segalanya

Puisiku

Negeriku
(Fariha)

Negara ku Indonesia
Kaya akan alam dan budaya
Nan suci merawat dan melestarikannya
Bangga dengan semua peninggalan sejarah

Namun berjalan nya hari
Satu persatu lenyap
Tak peduli akan semua budaya Indonesia
Merubah benang suci menjadi benang yang kotor

Oooh Indonesia......
Sudah banyak yang tak peduli kekayaan yang kau miliki
Membuang, menghapus, melupakan budaya-budaya yang ada
Kini, kami penerus bangsa yang peduli
Peduli alam mu, budaya mu, serta sejarahmu

Puisiku

Kehidupan
(Fariha)

Hidup seperti roda
Manusia tak berusaha
Mengeluh adanya
Tak berkorban, malas yang didapat

Keong yang ku kiranya
Berjalan dengan sesukanya
Tanpa arah tujuan
Berusaha jika kau mampu

Puisiku

Pengorbananmu
(Fariha)

Gelap gulita tanpa penerangan
Air berjatuhan dengan suara ribut angin
Berjalan tanpa arah mencari uang
Pengorbananmu sangat berarti untuknya

Ramai keramaian menghampirinya
Duduk tenang agar terjual
Namun suara angin yang sangat ribut
Tak ada penghasilan didapatnya

Puisiku

Pemikiran yang Tetap
(Fariha)

Deras hujan yang membasahi bumi
Deras rasa membasahi pikiran
Tak ada yang mengundang
Datang dengan sendirinya

Berubah bagai warna bunglon
Mengetahui sebuah titik masalah
Menjalani dengan pemikiran yang sehat
Terus begini dan selalu begini

Puisiku

Perasaan
(Fariha)

Suatu hal yang tak mungkin
Hal yang sulit tuk dibeberkan
Bagai orang menyendiri
Takut dengan hal yang terjadi

Menyendiri tak berarti takut
Takut tak berarti lemah
Seperti kincir yang selalu berputar
Rasa perasaan yang menghantuinya

Puisiku

Cobaan ku
(Fariha)


Tak sedikit orangpun yang tahu
Perasaan yang ku alami
Seperti rujak perasaan ini
Pedas, manis, tidak karuan

Apa salahku
Aku tahu ini cobaanmu
Namun begitu sulit tuk dilaksanakan
Hati menjerit serta menangis